Menurut saya, teks anekdot adalah teks yang berbentuk sebuah cerita dan memiliki tujuannya sendiri untuk para pembaca. Teks anekdot ini biasanya memiliki tujuan untuk mengkritik, menyindir ataupun sarkasme. Dalam teks ini, diharapkan para pembaca sadar akan apa yang ingin penulis sampaikan seperti, kesalahan yang ada.
Menurut Tika Hatikah dan Mulyanis (2017), teks anekdot merupakan teks cerita yang bertujuan mengungkapkan kepedulian pada suatu fenomena.
Anekdot juga dijelaskan sebagai suatu kisah yang ditulis secara singkat dan lucu, serta memuat kritikan yang berisi pesan moral tentang sesuatu yang bersifat umum.
・Ciri-ciri:
→ Memiliki sifat humor / lucu, dan menyindir.
→ Bisa juga cerita fakta, atau cerita fiksi imajinasi.
→ Menceritakan tokoh, atau kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar.
→ Terdapat tujuan pesan berupa kritikkan.
・Bagian / struktur:
⇒ Abstrak
Bagian awal teks anekdot yang berfungsi memberikan gambaran tentang isi teks
⇒ Orientasi
Bagian teks yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang suatu peristiwa yang terjadi.
⇒ Krisis
Bagian teks yang menunjukkan hal atau masalah yang unik dan tidak biasa yang terjadi pada penulis atau orang yang diceritakan.
⇒ Reaksi
Bagian teks yang menerangkan cara penulis atau orang yang diceritakan dalam menyelesaikan masalah yang muncul di bagian krisis.
⇒ Koda
Bagian akhir teks yang menjelaskan simpulan tentang kejadian yang diceritakan oleh penulis.
・Contoh:
PELAJARAN MATEMATIKA
Suatu hari, di sebuah sekolah berlangsung pelajaran matematika.
Guru tersebut bertanya kepada murid-muridnya:
Guru : “Seandainya sebuah pesawat dipiloti oleh seorang penyabu, dan mengangkut 250 anggota DPR RI, meledak di ketinggian 1000 kaki dan jatuh di pegunungan berbatu tajam dengan kemiringan 45 derajat, berapa kemungkinan yang selamat ?”
Murid-murid menjawab serempak dan tegas : “Yang selamat 250 Juta rakyat Indonesia, Pak!”
Semua penghuni kelas tertawa sambil mengangguk-anggukkan kepala. Kemudian pelajaran dilanjutkan.
Sumber : https://konkzmedia.blogspot.com/2012/11/cerita-lucu-pendek-bikin-ngakak.html-dengan
Makna tersirat dari contoh diatas adalah DPR Indonesia sering terkait kasus korupsi yang berarti orang-orang pemerintah mengambil uang rakyat, jika mereka tidak selamat, uang rakyat pun yang seharusnya dikorupsi pun terselamatkan dari para koruptor.
・Analisis struktur berdasarkan cerita di atas :
Abstrak
Suatu hari, di sebuah sekolah berlangsung pelajaran matematika.
Orientasi
Guru tersebut bertanya kepada murid-muridnya:
Krisis
Guru : “Seandainya sebuah pesawat dipiloti oleh seorang penyabu, dan mengangkut 250 anggota DPR RI, meledak di ketinggian 1000 kaki dan jatuh di pegunungan berbatu tajam dengan kemiringan 45 derajat, berapa kemungkinan yang selamat ?”
Reaksi
Murid-murid menjawab serempak dan tegas : “Yang selamat 250 Juta rakyat Indonesia, Pak!”
Koda
Semua penghuni kelas tertawa sambil mengangguk-anggukkan kepala. Kemudian pelajaran dilanjutkan.
・Frasa menurut artinya
⇨ Frasa biasa
Frasa yang memiliki arti yang biasa atau normal/ denotasi.
Contoh : Ayah membeli meja hijau. Artinya, ayah membeli meja yang berwarna hijau.
⇨ Frasa Idiomatik
Frasa yang memiliki arti tersirat / konotasi.
Contoh: Kasus itu akan dibawa ke meja hijau. Dalam kalimat itu, meja hijau berarti pengadilan.
• Majas sindiran
➡️ Ironi : Sindiran halus yang pernyataan maknanya bertentangan dengan makna sebenarnya.
➡️
Sarkasme : Sindiran kasar yang berupa ungkapan yang sangat kasar dan dapat menyakiti hati orang yang mendengarnya.
➡️
Sinisme : Seperti majas ironi, tetapi nilai rasanya lebih kasar.
➡️
Satire : Majas sindiran yang menggunakkan ungkapan-ungkapan seperti pada majas sarkasme, ironi, untuk menguatkan makna, kadang-kadang bertujuan untuk mengejek, atau menertawakan sesuatu.
No comments:
Post a Comment